Wakil Ketua Komisi V : Prioritas Utama Adalah Data Anak yang Terpapar Vaksin Palsu

17 Juli 2016 / 11:14 Dibaca sebanyak: 400 kali Tulis komentar

BANDUNG KJ – Desakan pengusutan kasus vaksin palsu kembali disuarakan DPRD Jawa Barat. Selain menghukum pelaku, dewan meminta pemerintah segera menangani anak-anak yang mengonsumsi vaksin palsu. Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung mengatakan, anak yang terpapar vaksin palsu harus segera didata untuk selanjutnya mendapat vaksin ulang. Ini menjadi prioritas utama mengingat banyaknya anak yang jadi korban kebiadaban ini.

“Tuntaskan data anak yang divaksin, tidak boleh ada anak yang tertinggal untuk divaksin ulang. Korban sudah banyak, segera tangani anak-anak tersebut, segera vaksin ulang, dan lakukan pendataan yang akurat,” kata Untung saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (17/7).

Untung menyebut, persoalan pendataan korban vaksin palsu menjadi hal utama, sehingga harus disegerakan. “Saya harap semuanya terdata dengan baik, sehingga tidak ada korban yang tidak divaksin ulang,” tegasnya.

Lebih lanjut Untung katakan, Kepolisian harus segera mendalami kasus peredaran vaksin palsu ini. Terlebih, ada dugaan keterlibatan unsur rumah sakit sehingga sangat mengkhawatirkan. “Ada keterlibatan orang dalam di rumah sakit. Aparat kepolisian harus mengusut tuntas,” katanya.

Untung memastikan, kasus ini merupakan kejahatan luar biasa sehingga pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. “Kalau memang dari pihak rumah sakit sengaja melakukan itu, dan tahu kalau itu adalah vaksin palsu, maka itu bukan hanya malpraktik, tetapi sudah masuk pada ranah pidana,” pungkasnya. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web Hosting Murah WHAiO