Petrokimia Gresik Sosialisasikan Pupuk Non-subsidi “Phonska Plus” Sebagai Pupuk Berkualitas

2 April 2018 / 14:48 Dibaca sebanyak: 43 kali Tulis komentar

PANGANDARAN, KJ – Puluhan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Bojong Kecamatan Langkaplancar Kab Pangandaran mengikuti seminar sehari yang diselenggarakan PT Petrokimia Gresik (PG), Minggu, (30/3).

Seminar yang menekankan tema “Meningkatkan Prestasi Petani Pangan Khususnya Padi” upaya PG dalam menyosialisasikan pupuk non-subsidi melalui produk Phonska Plus yang dipandang sebagai pupuk berkualitas. Selain pula sosialisasi mengenai pentingnya Seng pada lahan pertanian dan manusia.

Dalam pressrealese yang diterima redaksi, selain dihadiri para warga petani, dalam seminar tersebut tampak pula Kepala Desa Bojong H. Ading, juga Suherli selaku tokoh masyarakat setempat.

Diungkapkan Petugas PPD PT. Petrokimia Gresik (PG) Wilayah Priangan Timur, Fahmi Aliansyah yang didampingi Ajiz, sejauh ini PG telah menyiapkan pupuk non-subsidi berkualitas terbaik yaitu pupuk Phonska Plus. Ia menilai, bila petani menggunakan pupuk non-subsidi Phonska Plus hal itu akan meningkatkan produktifitas panen hingga 15 ton.

PG mencoba menawarkan solusi terhadap masalah defisiensi Seng pada lahan pertanian, sekaligus menawarkan pupuk NPK non-subsidi dengan kualitas yang jauh lebih baik namun tetap dengan harga terjangkau. Pupuk non subsidi NPK Phonska Plus yang dikemas dalam kantong dengan berat bersih 25 kilogram, berbentuk granul, berwarna putih, dan bersifat higroskopis (mudah larut dalam air). Dengan kandungan, unsur hara makro lengkap seperti Nitrogen (N), P2O5 atau Fosfat (P), dan Kalium (K2O) dengan kadar masing-masing 15%.

Selain itu juga pada Phonska Plus terdapat unsur hara mikro seperti Sulfur (S) 9% dan Zinc atau Seng (Zn) sebesar 2.000 part per million(ppm) Penambahan unsur hara mikro Seng inilah yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi biasa.

Bahkan sambung Fahmi, sebagai salah satu unsur hara mikro esensial bagi tanaman, Seng bermanfaat dalam memaksimalkan penyerapan unsur hara makro N, P, dan K. Seng pun berfungsi mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji atau buah, dan bisa memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama serta penyakit.

“Kekurangan Seng akan berdampak pada kekerdilan tanaman, daun mengecil, ketegaran tanaman berkurang, serta ukuran bulir atau buah akan kecil. Untuk itu dengan Phonska Plus hal itu akan memaksimalkan lahan yang ada dengan hasil panen luar biasa,” paparnya.

Ditambahkannya, pihaknya tidak sekedar fokus pada unsur hara makro saja, tetapi unsur hara mikro juga penting untuk diperhatikan.

“Dari beberapa hasil uji coba, NPK Phonska Plus terbukti mampu meningkatkan panen rata-rata 0,59 ton per hektar gabah kering panen atau 11% lebih besar jika dibandingkan dengan padi yang menggunakan pupuk NPK Phonska biasa tanpa Seng,” ujarnya.

Sedang dikatakan Direktur Distributor CV. Generasi Bagja Sentosa untuk Wilayah Kab. Pangandaran, Aan Hanafi S.Ag., M.Pdi hasil panen tidak optimal adalah kesalahan pada awal-awal penggarapan. Hal itu dikemukakannya menyinggung kebiasaan para petani dalam menggarap lahannya. Sebab, sambungnya, ketika lahan telah selesai dibajak dan diratakan maka disitulah awal penaburan pupuk dan lainnya.

“Jadi pada intinya begitu padi di tanam dan akarnya sudah siap maka disitulah makan sudah ada. Dan jangan lupa, benih juga harus menggunakan benih unggulan. Cara pemupukan yang sesuai dengan arahan dan juga cara mengedalikan hama itu faktor yang menentukan supaya terhindar dari hama,” tandas Aan Hanafi.

Dari seminar tersebut, Kepala Desa Bojong H. Ading berharap dapat terjadi perubahan dalam hal pertanian sehingga para petani pun bisa beinovasi ke arah lebih baik. Kendati diakuinya, para petani memiliki lahan terbatas tapi bisa menjadi bisa mencukupi atau bahkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayahnya.

Selain dirinya berpesan kepada para petani untuk mengikuti acara dengan serius dan dapat mempraktekkannya, Ading juga memaparkan sejauh ini petani yang ada di Desa Bojong dipandangnya belum benar-benar memahami cara pengolahan lahan sawah yang baik.

“Untuk itu, saya sangat mengharapkan bimbingan atau arahan dari para narasumber khususnya dari jajaran PG sebagai pemateri,” tandasnya. (R-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Web Hosting Murah WHAiO