Kunjungan Komisi IV Sebut Pembangunan TPPAS Nambo Masih Terus Berjalan

13 Mei 2019 / 02:34 Dibaca sebanyak: 65 kali Tulis komentar

BANDUNG, KJ – Tempat Pemerosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo mulai beroperasi penuh mulai bulan Juni 2020. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady kepada awak media pada Minggu (12/5/2019).

Dalam rilisnya, Daddy menyatakan hal itu berdasarkan kunjungan Komisi IV ke TPPAS yang terletak di Kabupaten Bogor tersebut. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pembangunan TPPAS masih terus berjalan.

“Pada bulan April tahun depan (2020. Red) akan dilakukan uji coba. Selama masa tersebut, pihak pengelola akan menggratiskan. Artinya, tidak dikenakan biaya (tipping fee),” ujar Daddy yang merupakan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra tersebut.

TPPAS Nambo dikerjasamakan dengan perusahaan Korea selama 25 tahun. Hasil akhir dari pengolahan sampah tersebut berupa RDF (refused derived fuel). RDF yang dihasilkan sudah dikontrak akan dibeli oleh pabrik semen yang letaknya tidak jauh dari lokasi TPPAS.

TPPAS yang luasnya 55 hektare tersebut terletak di Desa Lulut dan Nambo. Sehingga, tidak aneh kalau kemudian ada yang menyebutnya TPPAS LUNA (maksudnya LUlut-NAmbo). Adapun kapasitasnya diharapkan dapat mengolah dan memproses sampah 1.600 ton per hari.

Dengan kapasitas tersebut TPPAS LUNA diharapkan dapat melayani sampah dari tiga wilayah di Jawa Barat, yakni Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor. Selain itu, pelayanan diharapkan pula dapat diberikan untuk Tangerang.

TPPAS LUNA belum menerapkan teknologi tinggi mengingat banyak hal. Misalnya, hal itu dipengaruhi input, output, dan tipping fee. Teknologi yang digunakan dapat dikategorikan paling rendah.

Hal itu berbeda jauh dengan teknologi yang diterapkan di beberapa negara, baik di Eropa maupin di Asia. Korea Selatan, misalnya,  sudah menerapkan teknologi tinggi. Tipping fee di Negeri Ginseng tersebut sekitar sejuta rupiah per ton. Bandingkin dengan tipping few sampah yang masuk ke TPPAS LUNA yang di dalam kontraknya hanya menvantumkan Rp 125.000.

Terlepas dari itu semua, TPPAS Nambo diharapkan menjadi contoh pengolahan sampah ideal di Jawa Barat.

“Semoga TPPAS Nambo benar-benar bisa menjadi proyek percontohan pengolahan dan pemrosesan akhir sampah di Jawa Barat. Kita tunggu tanggal mainnya,” pungkas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten/Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu ini yang kembali terpilih manjadi legislator DPRD Jabar periode 2019-2024. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web Hosting Murah WHAiO