Anggaran Atlet PON Jabar Capai 48 Miliar Rupiah

18 Oktober 2015 / 23:14 Dibaca sebanyak: 1062 kali Tulis komentar

BANDUNG KJ – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Rustandi mengatakan, Pemprov Jabar melalui APBD Perubahan 2015 mengalokasikan Rp48 miliar untuk pembinaan atlet PON XIX/2016.

“Kami menilai Pemprov Jawa Barat memberikan perhatian penuh kepada atlet Jabar yang akan bertanding di arena PON XIX. Ini dibuktikan dengan disahkannya anggaran Rp48 miliar dalam APBDP 2015 yang telah disahkan,” kata Rustandi, di Bandung, Kemarin.

kontingen-Menurut dia, anggaran tersebut sangat penting untuk memenuhi target Provinsi Jawa Barat menjadi juara umum PON XIX/2016, terutama karena Jabar menjadi tuan rumah ajang tersebut.”Kami sangat mendukung Jabar Kahiji (Jabar Kesatu). Namun kami berharap anggaran tersebut dapat digunakan sebaik mungkin sehingga tepat sasaran,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakannya, dana tersebut harus digunakan untuk keperluan atlet dalam meningkatkan kemampuan bertanding, bukan hal lainnya.”Contohnya dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi asupan gizi dan suplemen atlet yang jumlahnya mencapai Rp4 miliar,” ujar dia.

Ke depannya, lanjut dia, masing-masing atlet akan mendapat Rp950 ribu setiap bulan untuk kebutuhan tertentu,”Jadi masing-masing atlet mendapat Rp950 ribu per bulan, selama tiga bulan atau sisa bulan dari tahun 2015 dikali 1.477 atlet,” terang Rustandi.

Ia juga berharap dana itu pun akan digunakan untuk uang saku dan ongkos transportasi atlet.Rustandi meminta KONI Jabar selaku pengelola anggaran itu agar menggunakan dana tersebut dengan benar dan transparan “Ini sangat penting agar dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Sesuai dengan catur sukses, sukses administrasi. Kami tidak ingin kemudian ada masalah hukum,” katanya.

Ditambahkannya jumlah anggaran yang diajukan KONI Jabar dalam APBD Perubahan 2015 ini jauh lebih besar yakni mencapai Rp103 miliar.”Namun kemarin kami pelajari, ternyata banyak yang tidak perlu dianggarkan. Jadi harus rasional, jangan mengada-ngada lah,” katanya.

Sebagai contohnya, menurut dia, saat itu KONI mengajukan anggaran untuk menggelar malam penghargaan bagi insan olahraga Jabar,”itu tidak perlu dilakukan karena kewenangannya berada di Dinas Olahraga dan Pemuda Jabar,” pungkasnya. /Lis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Web Hosting Murah WHAiO